Halaman utama Hubungi Kami
 
 
 
     
 
Home
Website Utama
Informasi Pendaftaran
Kritik dan Saran
Hasil Seleksi
Jadwal PMB
Berita SPMB
Hubungi Kami
 
RS Thamrin Salemba
RS Thamrin Cileungsi
RS Thamrin Purwakarta
 
 
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
 
A. LATAR BELAKANG
   
 

Sekolah  Tinggi Ilmu Ekonomi Mohammad Husni Thamrin (STIE MH. Thamrin) pada mulanya berbentuk Akademi Manajemen Perusahaan yang memiliki program studi Manajemen Informatika, Manajemen Akuntansi dan Manajemen Perusahaan. Akademi Manajemen Perusahaan ini didirikan pada tahun 1992. Sedang status terdaftar untuk jenjang pendidikan D-III ini baru diperoleh pada tahun 1995 dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor : 304/DIKTI/Kep/1995 tanggal 20 Juni 1995.

Dorongan utama didirikannya STIE MH. Thamrin adalah adanya misi untuk berpartisipasi dalam meningkatkan sumber daya manusia sebagai tanggung jawab moral, ikut sertanya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia secara keseluruhan. Tokoh dibalik prakarsa pendirian STIE MH. Thamrin adalah Dr. H. Abdul Radjak, DSOG, yang sekaligus sebagai Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Mohammad Husni Thamrin.

Prakarsa peningkatan jenjang pendidikan dari D-3 ke S-1 tersebut mendapat dukungan yang kuat dari para ahli manajemen diantaranya, Drs. Marzuki Usman, MA; Tanri abeng, MBA; Drs. Seno MSc; Drs. Abdussalam. Tokoh-tokoh tersebut diatas kemudian menjadi Dewan Penyantun pada STIE MH. Thamrin. Berdasarkan surat keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan MH. Thamrin no. 05/YPMHT/SK-BP/VI/95 tertanggal, 14 Juni 1995, program D-3 Akademi Manajemen ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dengan jurusan Manajemen dan Akuntansi serta Manajemen Perusahaan.

Dalam sejarah perkembangan mengalami pasang surut, STIE MH. Thamrin mendapatkan status terdaftar dari Dirjen Dikti no. 06/D/O/1996, tertanggal 28 Maret 1996, kemudian setelah mendapatkan status terdaftar, baru tahun akademik 1997/1998 menerima mahasiswa baru untuk angkatan pertama. Namun dengan perjuangan yang gigih yang dilandasi rasa tanggung jawab untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, secara berangsur-angsur STIE MH. Thamrin dapat dibina dan dikembangkan hingga mencapai kondisi yang diharapkan
   
B. TUJUAN
   
 

Menciptakan sumber daya manusia yang handal, serta mempunyai kemampuan berfikir melalui masalah dan kemampuan untuk mengembangkan penampilan profesinya dibidang manajemen bisnis global.

Untuk itu dalam penyusunan kurikulum untuk menghasilkan lulusan yang yang seperti diharapkan tersebut, 80% kurikulumnya mengikuti kurikulum Nasional hal ini berkaitan dengan tujuan untuk mendapatkan lulusan yang berkualitas yang mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Sedangkan   15 % merupakan kurikulum Institusi yang merupakan keunggulan dari program studi manajemen yaitu dalam mengantisipasi Globalisasi. Adapun mata kuliah tersebut adalah mata kuliah yang ada hubungannya dengan permasalahan Internasional yang dapat berdampak pada kegiatan perekonomian dalam negeri, yaitu Ekonomi Internasional yang merupakan mata kuliah wajib. Sedangkan kurikulum lokal sebesar 5 % yaitu sebagai bekal kepada mahasiswa agar menjadi manusia yang ber-Pancasila. Mata kuliah yang ada kaitannya dengan masalah tersebut adalah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama.
   
   
C. METODE PENDIDIKAN
   
 

Sarana yang dimiliki program studi sangat memungkinkan terciptanya suasana yang harmonis, sehingga mendorong ke arah terciptanya interaksi yang baik antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan proses belajar-mengajar  baik di dalam kampus maupun di luar kampus seperti penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang pada akhirnya akan mengarah kepada peningkatan kualitas akademik, sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkualifikasi baik sesuai dunia kerja. Disamping mengikuti kegiatan akademik yang diadakan di luar kampus, para dosen dan mahasiswa juga mengadakan seminar-seminar yang berhubungan dengan bidang keilmuan

   
D. PESERTA DIDIK
   
 

Kurikulum pendidikan institusi atau kurikulum pendidikan yang   lengkap berisikan:

 
a.
Sistem Seleksi Penerimaan mahasiswa baru STIE MH. Thamrin menggunakan sistem seleksi melalui dua tahap yaitu : (1) seleksi administratif yang dilakukan untuk melihat keabsahan dokumen dan (2) test wawancara yang dilakukan untuk mengetahui calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang cukup agar bisa mengikuti kegiatan perkuliahan serta untuk memenuhi daya tampung yang telah ditentukan sebelumnya
b.
Untuk menjadi seorang mahasiswa STIE MH. Thamrin maka mahasiswa harus mendaftarkan diri yang tidak membedakan usia, jenis kelamin, status sosial, daerah asal atau jurusan di SMU/SMK akan tetapi lebih ditekankan pada tertib administrasi seperti fotocopy Ijazah SMU/SMK sederajat yang telah dilegalisir, Surat keterangan kelakukan baik dan bukti diri, fotocopi Nem, pas photo dan melampiri formulir pendaftaran serta harus lulus ujian saringan masuk
   
   
E. METODE PENDIDIKAN
   
 

Untuk mencapai keseimbangan antara pemberian pengetahuan dan peningkatan ketrampilan, cara pendidikan yang ditempuh melalui gabungan antara:

 
a.
Perkuliahan
b.
Latihan-latihan tertulis ataupun diskusi-diskusi kasus yang berhubungan dengan ICT
c.
Seminar-seminar
d.
Diskusi-diskusi dengan dosen tamu
e.
Belajar mandiri / studi kepustakaan
f.
Praktek lapangan dan praktek kerja lapangan (magang)
g.
Skill lab
h.
Pembelajaran melalui E-learning
   
   
F. STAF AKADEMIK & DOSEN
   
  Staf akademik sebagai pelaksanan dan pengampu cabang ilmu, khususnya ilmu komputer bertanggungjawab kepada pelaksanaan pendidikan yang bermutu. Dan setiap mata ajaran minimal ada 2 staf pengajar, dengan kwalifikasi sesuai dengan bidang ilmu yang akan diajarkan
   
G. LABORATORIUM PENDIDIKAN
   
  Tersedia laboratorium pendidikan yang terdiri ruang pembelajaran teori dan ruang praktikum untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran praktek. Laboratorium komputer, laboratorium fisika, laboratorium refarasi computer (bengkel hardware) sebagai sarana melatih mahasiswa agar senantiasa terbiasa dengan alat – alat modern ini untuk mengantisipasi dunia kerja dan disesuaikan dengan persyaratan dan kententuan dari pemerintah dan tuntutan dunia kerja
   
H. PERPUSTAKAAN DAN KEPUSTAKAAN
   
  Perpustakaan yang memadai, ditinjau dari ruangan dan ketersediaan kepustakaan/literatur sebagai bahan bacaan mahasiswa dalam bidang ilmu komputer sebagai salah satu sumber utama  informasi pengetahuan komputer dan kepustakaan dalam proses belajar peserta didik antara lain tercermin dalam ruang baca, jam layanan dan koneksi yang dimiliki, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan akses internet diperpustakaan untuk keperluan mahasiswa mengakses bahan-bahan pelajaran dengan sumber yang tak terbatas dari seluruh dunia. Disamping yang dimiliki sendiri kerjasama dengan Perpustakaan lain juga dilakukan